Keterangan
1. daun telinga kemerahan, sedikit bengkak disertai kotoran telinga
2. saluran telinga menyempit/tertutup sebagioan akibat bengkak
3. kotoran dalam saluran telinga
2. saluran telinga menyempit/tertutup sebagioan akibat bengkak
3. kotoran dalam saluran telinga
Tanda/Gejala klinis otitis:
Diagnosa penyakit:
Metoda yang paling sering dan mudah digunakan adalah memeriksa telinga dengan
menggunakan alat yang disebut otoskop. Dengan alat ini dokter hewan dapat
melihat keadaan telinga bagian luar dan tengah termasuk saluran telinga. Tes lain bisa saja dilakukan dengan cara mengambil kotoran yang terdapat di
dalam telinga, kemudian diperiksa menggunakan mikroskop. Dari kotoran tersebut
di diketahui kondisi dan penyebab radang telinga.
Bisakah Otitis disembuhkan ?
Dengan diagnosa penyakit yang tepat, pembersihan telinga secara rutin dan
pengobatan yang tepat dan segera, dalam waktu 2 minggu sebagian besar kasus
infeksi telinga dapat sembuh dan kembali seperti semula. Beberapa kasus otitis yang disebabkan oleh alergi, gangguan hormon atau sistem
kekebalan tubuh, lebih sulit ditangani dan memerlukan waktu agak lama untuk
mendiagnosanya. Jika infeksi telah berlangsung lama dan parah, ada kemungkinan kemampuan
pendengaran kucing tidak dapat kembali seperti semula.
Penyebab Otitis
Banyak hal yang dapat menyebabkan dan mempertinggi resiko terkena otitis,
diantaranya :
- Kotoran. Sebagian besar kasus infeksi pada telinga berawal dari kotornya telinga. Kotoran yang terdapat dalam telinga bisa berasal dari luar (debu, tanah, dll) atau dari dalam telinga sendiri. Seperti juga manusia, secara normal telinga kucing memproduksi semacam cairan berwarna kuning kecoklatan seperti lilin (wax), yang berfungsi menjaga kelembaban dan kondisi mikroorganisame di dalam telinga. Lilin ini sering disebut sebagai cerumen. Penumpukan cerumen yang berlebihan dapat bisa menjadi tempat yang cocok untuk tumbuhnya bakteri atau jamur, selain itu juga menimbulkan rasa tidak nyaman yang memancing kucing menggaruk/mencakar-cakar telinga. Garukkan ini menyebabkan luka kecil yang kemudian dapat berkembang menjadi infeksi.
- Bakteri & Jamur .Bakteri & Jamur adalah salah satu agen utama penyebab infeksi pada telinga. Jamur/kapang yang secara normal hidup dalam telinga adalah Malassezia pachydermatis. Karena sesuatu hal bisa saja terjadi populasi berlebihan dari jamur ini dan menyebabkan terjadinya otitis.
- Ear mite (tungau/kutu) telinga. Tungau/kutu berukuran kecil yang sering menyebabkan otitis pada kucing adalah dari spesies Otedectes cynotis. Tungau spesies lain yang juga bisa menyebabkan otitis adalah sarcoptes,demodex dan notoedres. Tungau/kutu ini sebenarnya tidak hanya menyerang kucing, namun juga menyerang (terdapat) hewan peliharaan lainnya seperti anjing, kelinci, dsb.
- Alergi. Alergi terhadap serbuk sari, makanan atau obat-obatan juga dapat menyebabkan otitiss. Kucing alergi biasanya menunjukkan gejala penyakit lain seperti kulit gatal ,dll. Tetapi bisa saja gejala alergi yang muncul hanya berupa otitis saja. Makanan hipoalergenik bisa membantu dalam menentukan dan mengendalikan alergi.
- Gangguan hormon. Penyakit-penyakit yang menyebabkan gangguan hormon dapat menekan sistem kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang berkurang menyebabkan berbagai penyakit mudah muncul salah satunya adalah infeksi telinga. Pemeriksaan darah di laboratorium kadang-kadang diperlukan untuk mendiagnosa otitis yang disebabkan gangguan hormon.
- Tumor/polip. Tumor/polip dapat saja tumbuh di telinga atau saluran telinga. Tumor/polip ini bisa muncul sebagai akibat infeksi telinga yang berkepanjangan.
- Bentuk telinga.Bentuk telinga yang terlipat/menutup seperti pada ras kucing scottish fold mempertinggi resiko terkena otitis. Bulu yang tumbuh berlebihan dalam telinga juga meningkatkan resiko terkena otitis. Oleh karena itu kucing-kucing dengan bentuk telinga atau bulu panjang dan berlebihan yang tumbuh di telinga, memerlukan perhatian dan perawatan lebih dibanding kucing lainnya.
Pengobatan
Tindakan pengobatan yang dilakukan berbeda-berda tergantung penyebab otitisnya.
Obat tetes telinga yang mengandung antbiotik dan anti radang bisa diberikan
bila terjadi infeksi bakteri dan pembengkakan. Obat tetes telinga yang mengandung anti ektoparasit atau injeksi obat golongan
avermectin (ivermectin, selamectin, dll) bisa diberikan bila otitis disebabkan
oleh ear mite atau ekto parasit lain. Pemberian obat-obatan ini harus mengikuti
siklus hidup parasit tersebut.
Pencegahan
Selalu memeriksa kebersihan telinga kucing secara teratur. Bersihkan telinga
kucing secara rutin. Cairan telinga normal berwarna bening-kuning kecoklatan.
Bila berwarna coklat tua atau berbau busuk, kemungkinan besar kucing menderita
otitis.
2. Ear Mite (Tungau) pada Telinga Kucing.
Ear mite (tungau telinga) adalah sejenis kutu yang sering menyerang
binatang (anjing, kelinci, hamster, marmut, gerbil, musang, mencit, tikus,
kucing, dsb). Spesies tungau yang menyerang telinga kucing adalah Otodectes
cynotis. Tungau ini biasanya hidup dipermukaan saluran telinga tetapi bisa juga
ditemukan di bagian tubuh yang lain. Tungau yang menyerang telinga kucing dalam jangka waktu lama (kronis),
dapat menyebabkan gangguan telinga yang serius pada kucing.
Ear mite bergerak dan hidup di dalam saluran telinga. Tungau ini hidup dengan
memakan jaringan yang mati dan cairan seperti lilin yang dikeluarkan oleh
telinga. Tungau ini dapat menyebabkan iritasi dan berlanjut menjadi infeksi. Iritasi dan infeksi yang berlangsung terus menerus dan berulang-ulang dapat
menyebabkan kuit di saluran teinga menebal. Akibatnya saluran teinga menyempit
sehingga fungsi pendengaran sedikit terganggu. Biasanya tungau telinga tidak menyebabkan rusaknya gendang telinga. Tetapi
adanya infeksi sekunder yang disebabkan bakteri atau jamur dapat menyebabkan
kerusakan selaput gendang telinga. Bila ini terjadi, infeksi telinga bagian
tengah yang parah dapat juga terjadi. Akibatnya hewan kehilangan keseimbangan,
disorientasi dan gangguan syaraf lainnya.
Tanda-tanda kucing terserang ear mite:
- Menggoyang-goyangkan /menggeleng-gelengkan kepala.
- Mencakar/menggaruk telinga sehingga terihat adanya luka atau kemerahan di sekitar telinga.
- Kotoran telinga berwarna coklat tua kehitaman, kering menyerupai serbuk kopi.
- Kadang-kadang terlihat kerak-kerak kering di sekitar telinga bagian dalam.
- Ditemukan adanya ear mite.
Darimana kucing tertular ear mite.
Bahaya/akibat ear mite
Manajemen pengobatan
Saat ini berbagai obat suntik dan obat tetes telinga untuk membasmi ear mite
telah banyak tersedia. Obat suntik (hanya di Dokter hewan) biasanya merupakan
golongan avermectin (ivermectin, selamectin, dll). Supaya siklus hidup tungau
dapat dihentikan, pemberian obat-obatan suntik ini harus diulang dua minggu
kemudian. Berbagai merk obat tetes telinga pembasmi ear mite dapat dibeli di
petshop-petshop. Obat tetes ini harus terus menerus diberikan selama 2-4 minggu
hingga semua ear mite terbasmi. Kekurangan obat tetes telinga adalah bila ear
mite menyebar ke bagian tubuh lain, diperlukan obat lain untuk daerah tersebut.
Semua kucing atau hewan lain (seperti kelinci, marmut, hamster, musang) yang
hidup bersama atau kontak fisik dengan kucing juga harus diobati. Supaya tidak
terjadi infeksi ulang dari hewan lain dan ear mite dapat benar-benar tuntas
terbasmi.
Sikuls Hidup Ear Mite
Seluruh siklus/daur hidup tungau telinga Otodectes cynotis, mulai dari
telur hingga dewasa memerlukan waktu sekitar 21 hari. Daur tersebut melaui
beberapa tahap dan mengalami perubahan bentuk.
- Tahap 1: Telur. Setelah dewasa, tungau betina biasanya bertelur setiap hari. Setiap hari rata-rata menghasilkan 5 butir telur. Telur-telur tersebut diletakan di saluran telinga kucing. Setelah 4 hari telur tersebut menetas menjadi larva.
- Tahap 2: Larva. Setelah menetas, larva tungau hidup dan makan selama 4 hari kemudian beristirahat selama 24 jam. Selama masa istirahat tersebut terjadi pergantian kulit (molting) menuju tahap berikutnya.
- Tahap 3: Nimfa. Pada tahap ini bentuk tungau sudah seperti bentuk dewasanya. Bentuk nimfa ini terdiri dari dua fase yaitu protonimfa dan deutonimfa. Masing-masing fase nimfa makan selama 3-5 hari, istirahat, kemudian molting menuju tahap berikutnya.
- Tahap 4: Tungau Dewasa.Tungau dewasa berukuran + 0.4 mm, berwarna putih-krem atau kecoklatan dan dapat diihat oleh mata telanjang. atau kaca pembesar. Tungau teinga hidup dengan memakan sekresi telinga dan jaringan kulit saluran telinga yang mengelupas. Tungau dewasa dapat hidup dan mencapai umur 2 bulan.
Tidak seperti demodex dan scabies, tungau telinga tidak membuat lubang di tubuh
induk semangnya. Dalam satu saluran telinga bisa terdapat ribuan tungau dan
dapat menular melalui kontak langsung.
3. Penyakit Jamur Cryptococcus pada Kucing
Tanda-tanda kucing terkena Cryptococcus neoformans
Kucing yang terkena biasanya mengalami pembengkakan hidung, pilek berat, luka
pada hidung yang bengkak, suara nafas berat, kadang-kadang disertai demam,
pengelupasan kulit di sekitar wajah dan kepala, pembengkakan kelenjar getah
bening,gangguan syaraf dan mata. Segera periksakan kucing anda ke dokter hewan terdekat, informasikan pula
pada dokter hewan tersebut kemungkinan terkena penyakit jamur Cryptococcus
neoformans ini. Dokter hewan anda akan memberikan obat yang sesuai. Perlu diperhatikan pula kalau penyakit ini bersifat kronis, lama sembuhnya dan
memerlukan pengobatan selama 1-2 bulan atau lebih. Proses penyembuhan sangat
tergantung terhadap parah-tidaknya penyakit dan pemberian obat yang teratur.
Yang tidak kalah penting penyakit ini dapat menular ke kucing lain. Penularan
dapat terjadi melalui kucing, anjing ataupun langsung dari lingkungan. Cucilah
tangan anda setelah mengobati kucing kesayangan.
- Pinjal (Flea). Pinjal inilah yang sering disebut sebagai kutu kucing. Pinjal berukuran kecil 1-2 mm, berwarna coklat tua atau hitam, tubuh pipih, suka meloncat-loncat. Bila kucing terserang pinjal, akan terlihat di sela rambut kucing. Pengetahuan mengenai siklus hidup pinjal diperlukan untuk menyingkirkan pinjal pada kucing. Pinjal memiliki beberapa fase pada siklus hidupnya. Sebagian besar masa hidup pinjal dewasa berada pada tubuh kucing. Pinjal relatif cepat berkembang-biak. Umur rata-rata pinjal sekitar 6 minggu, tetapi pada kondisi tertentu dapat berumur hingga 1 tahun. Pinjal betina bertelur 20-28 buah/hari. Selama hidupnya seekor pinjal bisa menghasilkan telur hingga 800 buah. Telur bisa saja jatuh dari tubuh kucing dan menetas menjadi larva di retakan lantai atau celah kandang. Pertumbuhan larva menjadi pupa kemudian berkembang jadi pinjal dewasa bervariasi antara 20-120 hari. Karena obat anti kutu hanya membunuh pinjal dewasa, pemberian obat anti kutu perlu disesuaikan agar siklus hidup pinjal bisa kita hentikan. Pemberian obat perlu diulang agar pinjal dewasa yang berkembang dari telur dapat segera dibasmi sebelum menghasilkan telur lagi.
- Tungau (Mite & Lice).Tungau yang sering menyerang kucing ada beberapa macam dengan gejala yang mirip. Beberapa tungau yang menginfeksi telinga disebut ear mite, ada yang menyebabkan kulit terkelupas seperti ketombe, dan ada juga yang hidup di bawah kulit seperti demodex dan scabies. Tungau berwarna putih atau krem, karena ukurannya yang kecil agak sulit dilihat dengan mata biasa.
- Caplak (Tick) pada Anjing.Kutu jenis ini sering sekali terlihat di anjing, dan jarang sekali terlihat pada kucing. Ukuran caplak relatif besar, sekitar 0.3 - 1 cm. berbentuk gepeng dengan proporsi badan lebih besar daripada kepala, berwarna coklat tua atau hitam. Bila telah kenyang menyedot darah, badan caplak akan bengkak dan membulat. Bagi anda yang memelihara anjing sekaligus kucing, maka ada peluang kucing anda tertular kutu jenis ini.
Cara Membasmi Kutu Pinjal Kucing
Pengetahuan mengenai siklus hidup pinjal perlu kita ketahui agar
mengerti cara membasmi pinjal dengan tuntas. Berdasarkan pola siklus hidupnya,
kita dapat mengetahui bahwa tidak ada pengobatan atau cara membasmi pinjal yang
hanya cukup dilakukan sekali saja. Sebagian besar obat pembasmi pinjal hanya membunuh pinjal dewasa, tidak
membunuh telurnya. Oleh karena itu bila pengobatan tidak diulang, telur yang
menetas dan menjadi pinjal dewasa akan kembali menggigit kucing serta
menelurkan kembali beberapa ratus telur pinjal. Berikut ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk membasmi pinjal :
- Suntikan Ivermectin. Banyak orang salah kaprah menyebut suntikan ivermectin adalah suntikan anti jamur. Sebenarnya ivermectin tidak dapat membasmi jamur. Ivermectin dapat dipergunakan untuk membasmi cacing dan ektoparasit seperti kutu (pinjal, caplak dan tungau). Sepertihalnya obat lain, ivermectin hanya membunuh cacing/kutu dewasa, tidak membunuh telurnya. Oleh karena itu diperlukan setidaknya 3 kali suntikan ivermectin dengan jarak 3-4 minggu. Injeksi ivermectin harus dilakukan dengan hati-hati pada kucing umur kurang dari 4 bulan *. Suntikan ivermectin tidak dianjurkan pada anak kucing berumur kurang dari 2 bulan, karena dapat menyebabkan keracunan dan mengganggu perkembangan ginjal. Untuk pencegahan cacing & kutu pada kucing dewasa, suntikan ivermectin dapat dilakukan 2-4 kali setiap tahunnya.
- Obat Tetes & Spray . Ada banyak obat tetes & spray anti kutu yang di jual di petshop-petshop, seperti Accurate, Revolution dan Frontline. Perhatikan aturan pakai setiap obat, biasanya obat-obatan tersebut tidak dianjurkan digunakan pada kucing dibawah umur 2 bulan. Obat tetes biasanya diteteskan di kulit pangkal kepala di bagian belakang, dimana kucing tidak bisa menjilat bagian tersebut. Obat tetes Frontline cukup efektif membasmi kutu/pinjal selama 1 bulan. Agar tuntas sebaiknya diulang 1 bulan kemudian. Untuk pencegahan, pemberian obat tetes dapat dilakukan 2-3 kali setahun.
- Shampoo anti kutu .Shampoo anti kutu cocok digunakan pada anak kucing berumur kurang dari dua bulan yang belum dapat diobati anti kutu lainnya. Beberapa pemilik kucing dewasa juga lebih menyukai cara ini karena selain dapat membasmi kutu/pinjal, juga membuat kucing lebih bersih. Pada saat memandikan, sebaiknya shampoo digunakan dua kali. Basahi rambut kucing secara merata, tambahkan shampoo secara merata, bersihkan dan bilas dengan air (air hangat). Kemudian setelah bersih tambahkan kembali shampoo, ratakan, biarkan + 5-10 menit baru kemudian dibersihkan. Setelah bersih keringkan dengan handuk dan hairdryer. Agar tuntas sebaiknya mandi shampoo anti kutu diulang dua minggu kemudian. Setelah itu, untuk tujuan pencegahan, pemberian shampoo dapat dilakukan 1 bulan sekali.
Pada kasus parah disertai komplikasi, diperlukan kombinasi beberapa cara
sekaligus. Dan yang tidak kalah penting adalah membersihkan kandang, lantai dan
tempat tidur kucing. Karena telur kutu bisa saja terdapat di sela-sela kandang,
retakan lantai atau alas tidur kucing.
Macam-Macam Ektoparasit Pada Kucing
Tungau (Mites)
Tungau (Mites)
- Demodex canis
- Sarcoptes scabiei var canis
- Notoedres cati
- Otodectes cynotis
- Pneumonyssus caninum
- Trombicula minor; T. sarcina
- Acomatacarus australiensis
- Cheyletiella parasitovorax; C. yasguri
- Ctenocephalidis canis; Ct. felis
- Pulex irritans
- Leptopsylla musculi
- Notopsyllus fasciatus
- Xenopsylla cheopis
- Pygiopsylla cangrua
- Spilopsyllus cuniculi
- Echidnophaga myrmecobii; E. perilis
- E. gallinacea
- Trichodectes canis
- Heterodoxus spiniger; H. longitarsus
- Linognathus setosus
- Ixodes holocyclus; I. australiensis;
- I. cornuatus, I. myrmecobii; I. tasmani
- Boophilus microplus
- Haemaphysalis bancrofi; H. longicornis
- Rhipicephalus caungineus
- Amblyomma triguttatum queenslandense;
- Am. t. triguttatum
- Aponomma auruginans
- Ornithodorus gurneyi
- Stomoxys calcitrans
- Anopheles bancrofi; An. farrauti
- An. annulipes
- Aedes theobadi; Ae. vittiger; Ae. albothorax;
- Ae. aegyt; Ae. vigilax culex annulirostris;
- Cx. molestus; Cx. fatigans; Cx. australicus
- Coquillettidia linealis. Subronto., 2006).
Penetuan diagnosis pasti dilakukan dengan memeriksa saluran telinga dengan
otoskop, setelah dibersihkan dari eksudat dan serumen dengan larutan perhidrol
(H2O2) 3% atau larutan pencair serumen, yang tersusun dari propilen glikol,
asam malat, asam salisilat dan asam benzoat. Parasit juga dapat diperoleh
dengan cara memasukkan cairan minyak ke dalam saluran telinga, telinga
dimasase, lalu disedot secara mikroskopik. Karena adanya radang maka keluarlah
eksudat radang, yang dengan infeksi kuman akan menghasilkan leleran nanah
dengan bau yang menusuk. Oleh rasa nyeri dan gatal, kepala digeleng-gelengkan
dan bila hanya satu telinga yang menderita posisi kepala akan miring dengan
telinga yang menderita akan lebih rendah (Subronto., 2006).
Handling & Restrain Pada Kucing
Cara handling & restrain dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu manual dan kimia.
Cara handling & restrain dengan bahan kimia seperti;
a. Mayor transquillezer (untuk transportasi hewan karena menimbulkan efek menenangkan)
Handling & Restrain Pada Kucing
Cara handling & restrain dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu manual dan kimia.
Cara handling & restrain dengan bahan kimia seperti;
a. Mayor transquillezer (untuk transportasi hewan karena menimbulkan efek menenangkan)
- Golongan Phenotiazine: klorpromazine, promazin, prometazin
- Golongan Butyrophenon: haloperodrol, droperidrol
- Golongan Alkaloid : reserpin, zylasin
- Benzodiazepam
- Medobromad
5. Scabies : Tungau Penyebab Penyakit Kulit pada Kucing
Tungau Notoedres cati, siklus hidup & cara penularan.
Scabiesis pada kucing lebih sering disebabkan notoedres cati, seperti halnya
sarcoptes scabiei yang lebih sering menyerang anjing. Tungau ini berukuran
sangat kecil (0.2-0.4 mm), hanya bisa dilihat dengan mikroskop atau kaca
pembesar.
Seluruh siklus hidup tungau ini berada di tubuh induk semangnya. Tungau betina
menggali dan melubangi kulit kemudian bertelur beberapa kali sambil terus
menggali saluran-saluran dalam kulit induk semangnya. Lubang-lubang dalam kulit
yang digali seekor tungau betina dapat mencapai panjang beberapa centimeter.
Setelah bertelur beberapa kali, tungau betina mati. Dalam waktu 3-8 hari telur
menetas menjadi larva berkaki enam. Larva yang telah dewasa berubah menjadi
nimfa yang mempunyai delapan kaki. Nimfa dewasa berganti kulit menjadi tungau
dewasa. Dalam saluranyang telah digali tungau betina tersebut, tungau dewasa
melakukan perkawinan dan proses daur hidup berulang kembali. Satu siklus hidup
memerlukan waktu 2-3 minggu.
Scabiesis dapat menyerang kucing pada semua umur, baik jantan maupun betina.
Penularan penyakit kulit ini terjadi melalui kontak fisik antar kucing atau
kontak dengan alat-alat yang tercemar tungau seperti sisir, kandang, dll.
Tanda & gejala terserang Scabies.
Diagnosa.
Penyakit ini sering tertukar dengan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur
(ringworm). Diagnosa penyakit biasanya dilakukan dengan cara memeriksa kerokan
kulit dibawah mikroskop. Biasanya dalam kerokan kulit tersebut ditemukan banyak
tungau.
Pengobatan.
Obat klasik yang sering digunakan untuk mengatasi penyakit ini adalah
sulfur/belerang. Sulfur juga merupakan obat klasik penyakit kulit yang
disebabkan oleh ringworm/jamur. Mandikan kucing dengan shampoo/sabun yang
mengandung sulfur, kemudian dicelup (dip) dengan cairan sulfur 2-3 %. Mandi dan
dip sulfur dilakukan setiap tujuh hari sampai sembuh. Setidaknya diperlukan 6-8
kali mandi hingga penyakit sembuh.
Cara lain yang sering digunakan adalah injeksi obat golongan avermectin seperti
ivermectin, doramectin atau selamectin. Suntikan inilah yang sering salah
kaprah disebut sebagai suntik jamur, seperti juga kesalahan diagnosa scabies
yang sering salah kaprah disebut sebagai jamur.
Setidaknya diperlukan dua kali suntikan ivermectin dengan selang waktu
2 minggu, agar penyakit dapat sembuh total.
Bila dalam satu rumah terdapat beberapa ekor kucing, Pengobatan yang sama juga
harus diakukan terhadap kucing lain. Karena bila tidak diobati, ada kemungkinan
terjadi infeksi ulang dari kucing lain yang tidak diobati, akibatnya penyakit
ini tidak pernah sembuh secara tuntas.
Pencegahan.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pencegahan bisa dilakukan dengan cara
menghindari kontak dengan kucing liar atau kucing yang telah terkena penyakit
ini. Kucing yang tinggal di dalam rumah biasanya jarang sekali terkena penyakit
ini. Cuci dan desinfeksi alat-alat grooming seperti sisir, sikat, dll setelah
digunakan pada kucing yang terkena penyakit ini. Hindari penitipan hewan atau tempat grooming yang tidak mempunyai
sanitasi/kebersihan yang baik. Perhatikan juga apakah alat-alat grooming di
desinfeksi sebelum digunakan terhadap kucing lain.
Bila salah satu kucing menunjukan gejala penyakit ini, segera isolasi dan cegah
kontak dengan kucing lain yang masih sehat. Mandikan dengan shampoo khusus atau
bawa ke dokter hewan untuk pengobatan.
Bisakah menular ke manusia ?.
Seperti juga tungau lain yang termasuk dalam keluarga sarcoptes, notoedres cati
dapat menyerang manusia. Sepertihalnya pada kucing, scabies juga menyebabkan
kemerahan dan gatal-gatal pada kulit manusia. Pada bagian yang terasa gatal biasanya terbentuk semacam benjolan kecil seperti
jerawat, di dalamnya terdapat cairan. Bila pecah karena terus digaruk, tungau
yang terdapat di dalamnya bisa menyebar ke daerah di sekitarnya. Rasa gatal
yang ditimbulkan oleh tungau scabies cukup mengganggu. Pada manusia biasanya penyakit ini bersifat sementara dan sembuh dengan
sendirinya. Beberapa orang mungkin mempunyai kekebalan tubuh yang kurang baik
dan cenderung lebih sensitif terhadap serangan scabies ini.
Pengobatan dan pencegahan bisa dilakukan dengan mencuci tangan atau bagian yang
gatal dengan sabun yang mengandung sulfur seperti JF Sulfur. Obat lain yang
bisa digunakan adalah salep scabicid.
Seorang dokter hewan wanita yang praktek di daerah Pondok Indah Jakarta
berkunjung ke Kota kembang Bandung dengan maksud membeli seekor kucing persia.
Kota yang sering macet pada weekend ini, selain terkenal karena jajaran
sejumlah FO (factory outlet) juga terkenal sebagai gudangnya kucing persia.
Di tempat Cattery, dokter hewan tersebut mulai berkeliling, mencari kucing umur
2-3 bulan yang paling imut & lucu. Setengah promosi pemilik cattery berkata
" Semua kucing di sini sejak kecil rajin dimandikan dan diberi vitamin
setiap hari, rutin divaksin dan diberi suntikan anti jamur". Dokter
tersebut balik bertanya " Suntik Anti jamur apaan ?". "Ivomec
!" Jawab Si Pemilik Cattery singkat.
Si Dokter Hewan terkejut dan sedikit ragu untuk membeli kucing, karena resiko
kucingnya terkena gangguan ginjal dikemudian hari cukup besar. Karena dokter
hewan, ia mengerti akibat penggunaan ivermectin pada hewan yang masih muda dan
tugasnya juga sebagai dokter hewan untuk meluruskan salah kaprah yang sudah
sangat meluas ini dan memberikan informasi yang benar mengenai ivermectin.
Dokter hewan tersebut menerangkan pada pemilik cattery bahwa Ivomec
(Ivermectin) bukanlah anti jamur dan tidak boleh diberikan pada hewan muda
berumur kurang dari 2 bulan dan harus sangat hati-hati diberikan pada kucing
berumur kurang dari 4 bulan karena sifat obat yang dapat merusak hati dan
ginjal.
Salah kaprah seperti ini masih sering terjadi dan tugas seorang dokter hewan
untuk memberikan informasi yang tepat dan benar pada kliennya. Tindakan seperti
ini termasuk dalam Client education, artinya Dokter Hewan juga bertugas
meningkatkan pengetahuan klien mengenai hewan kesayangannya.
- Ivomec (Ivermectin) .adalah obat yang termasuk golongan macrolide avermectin. Obat ini digunakan untuk memberantas parasit, baik itu ektoparasit (kutu, pinjal, caplak, tungau, dll) atau endoparasit (cacing). ivermectin bekerja dengan cara meningkatkan pelepasan Gamma Amino Butiric Acid (GABA) di sistem syaraf serangga dan otot polos cacing. GABA berfungsi memblokir impuls syaraf, akibatnya terjadi kegagalan sistem syaraf pada parasit (parasit seperti cacing dan kutu menjadi lumpuh). ivermectin mempunyai waktu paruh yang lama, artinya obat ini termasuk lama berada di dalam tubuh. Sepertihalnya obat-obatan dan racun lain, semua bahan kimia tersebut dipecah di hati dan dibuang melalui ginjal atau feces. Karena ivermectin dipecah di hati dan dibuang melalui ginjal, sebaiknya tidak diberikan pada hewan sebelum berumur 8 minggu. Organ hati dan ginjal hewan muda belum sepenuhnya berkembang. Pemberian obat-obatan yang berlebihan ditakutkan akan mempengaruhi perkembangan organ tersebut.
- Jamur (kapang, mold) .Jamur adalah organisme multisel yang banyak tumbuh di tempat dengan kelembaban tinggi. Karena tidak mempunyai sistem syaraf seperti hewan dan strukturnya selnya, organisme ini lebih menyerupai tumbuhan.
Pada kasus ini bisa saja jamur hilang setelah daya tahan tubuh kembali
meningkat karena penyebab lain yang lebih ganas seperti ektoparasit telah
musnah oleh ivermectin. Tetapi tetap saja ivermectin bukanlah anti jamur !.
Serangan Tungau/kutu mempunyai gejala yang mirip dengan infeksi jamur, yaitu
terlihat adanya kemerahan, kulit berkerak dan kering menyerupai ketombe dan
kerontokan bulu. Jadi jika setelah diberi suntikan ivermectin (yang sering
salah kaprah disebut sebagai suntik jamur) kucing anda sembuh, berarti kucing
anda terserang tungau/kutu. kalau tidak sembuh juga berarti kucing anda
BENAR-BENAR TERSERANG JAMUR !
6. Ringworm : Jamur Penyebab Bulu Rontok
Ringworm disebabkan oleh jamur yang hidup di kulit dan bulu. Ada
beberapa spesies jamur yang hidup di kulit dan bulu, salah satu spesies yang
cukup bandel dan sering menyerang kucing & anjing adalah Microsporum canis. Tanda-tanda hewan terserang ringworm adalah :
- Bulu rontok dan patah-patah, kadang disertai sisa-sisa kulit kering yang menyerupai ketombe.
- Kulit kering yang mengelupas kadang menyerupai sisik.
- Daerah kerontokan bulu biasanya berbentuk lingkaran (circular).
- Kadang hewan yang terserang hanya mengalami sedikit kerontokan/bulu patah di bagian wajah dan telinga.
- Biasanya puncak kerontokan pada kucing terlihat dalam waktu 5 minggu sejak kontak dengan Microsporum canis.
Ringworm menyebar melalui kontak dengan bulu atau ketombe yang terinfeksi dan
mengandung spora. Spora jamur terdapat tersebar dimana-mana seperti di lantai,
bulu yang rontok, kandang, peralatan makan dan minum kucing, tempat tidur
kucing, dsb. Hewan yang masih muda dan tua rentan terhadap infeksi jamur ini.
Ringworm merupakan masalah yang sedikit sulit diatasi pada cattery, breeder
atau pada pemeliharaan kucing berjumlah banyak. Induk kucing bisa saja tidak
menunjukkan adanya gejala ringworm. Tapi begitu anaknya lahir dan berumur
beberapa minggu, ringworm terlihat mulai menyerang anak kucing. Artinya cattery
atau breeder tersebut tidak bebas ringworm.
Berbagai cara membasmi ringworm bertujuan menghilangkan jamur dan spora jamur
dari tubuh kucing dan lingkungan sekitar (kandang, lantai, peralatan kucing,
dll). Menghilangkan jamur penyebab ringworm dari tubuh kucing gampang-gampang
susah dan dibutuhkan teknik kerajinan tersendiri agar jamur tidak muncul
kembali.
Membasmi Ringworm pada Tubuh Kucing
Cara menghilangkan jamur penyebab ringworm dari tubuh kucing yang paling baik
adalah dengan kombinasi 2 cara pengobatan, yaitu pengobatan secara topikal
(pengobatan luar : salep, obat gosok, shampoo) dan obat oral (makan). Salep dan
obat gosok bisa digunakan untuk menyembuhkan ringworm yang terlokalisasi
(terpusat). Sedangkan untuk membasmi spora dan ringworm yang luas daerahnya
atau carrier, sebaiknya ditambah dengan penggunaan shampoo anti jamur.
Banyak pilihan obat anti jamur yang dapat diberikan pada kucing. Karena sifat
jamur yang agak bandel, obat oral pun diberikan untuk jangka waktu agak lama.
Tergantung jenis obatnya, jangka waktu pemberian obat bervariasi mulai dari
beberapa minggu hingga beberapa bulan. Sayangnya sebagian besar obat oral
mempunyai efek samping kurang baik, apalagi bila digunakan untuk jangka
panjang. Beberapa reaksi buruk terhadap obat bisa saja muncul, oleh karena itu
pemberian obat harus diawasi dengan seksama oleh dokter hewan.
Pilihan Obat Oral
- Griseofulvin. Durasi pemberian obat : 4-6 minggu atau lebih. Efek samping : cacat pada fetus kucing (jangan diberikan pada kucing bunting), gangguan pencernaan, nafsu makan berkurang atau hilang, penurunan aktivitas sumsum tulang, demam.
- Itraconazole (Sporanox). Durasi : 2 X 2 minggu sekali. Diberikan bersama makanan berlemak untuk meningkatkan penyerapan obat. Efek samping : cacat pada fetus kucing (jangan diberikan pada kucing bunting), hilang nafsu makan, kadang-kadang muntah, gangguan enzim hati (jarang). Jika nafsu makan hilang dosis obat diberikan bertahap selama dua hari, tingkatkan dosis obat bila tidak ada reaksi muntah lagi.
- Fluconazole setiap hari atau selang satu hari selama beberapa minggu. Efek samping : cacat pada fetus kucing (jangan diberikan pada kucing bunting), gangguan hati.
- Lufenuron (belum tersedia di Indonesia). Diberikan setiap dua minggu sekali selama masa pengobatan. Obat ini sangat efektif membasmi jamur tetapi relatif aman dibandingkan obat-obatan lainnya, diberikan 2 minggu sekali.
- Ketoconazole sering digunakan sebagai anti jamur. Biasanya diberikan bersamaan dengan makanan berlemak agar penyerapan obat lebih baik. Efek samping : cacat pada fetus kucing, mual, muntah, hilang nafsu makan.
Tanyakan dosis, frekuensi serta jangka waktu pemberian obat pada dokter hewan
langganan Anda. Perlu diingat pemberian obat-obatan di atas dalam jangka waktu
beberapa minggu dapat mengganggu keseimbangan flora normal usus. Akibat yang
mungkin terjadi adalah diare atau feces lembek untuk beberapa lama. Feces akan
normal kembali setelah keseimbangan flora usus kembali normal.
Pilihan/alternatif obat luar (topikal) :
- Obat Gosok & Salep . Sebagian besar obat gosok hanya bisa didapat di Apotik dengan resep dokter hewan. Obat gosok cocok digunakan pada kasus ringworm lokal atau terfokus di beberapa tempat selain bagian wajah kucing. Kekurangan obat gosok yaitu warna obat yang berbekas pada bulu kucing dan bau yang sedikit menyengat. Selain itu obat gosok agak sulit digunakan pada daerah disekitar mata kucing karena dapat menyebabkan iritasi jika masuk ke mata. Sepertihalnya obat gosok, salep anti jamur cocok digunakan pada kasus jamur yang terfokus di beberapa tempat. Umumnya salep mudah dibersihkan dan tidak meninggalkan bekas kecoklatan pada bulu. Kekurangannya salep bersifat lengket dan cenderung membuat bulu menggumpal (gimbal).
- Shampoo dengan bahan aktif Ketoconazole. Shampoo dengan bahan aktif ketoconazole 2 % seperti fungasol, dapat dibeli di apotik atau supermarket. Pastikan konsentrasi bahan ketokonazol yang terdapat pada kemasan adalah 2 %. Konsentrasi 1% seperti yang terdapat pada nizoral SS, kurang tuntas membasmi jamur Microsporum dan Trichophyton penyebab ringworm. Sebagian kecil populasi kucing alergi terhadap bahan ketoconazole. Segera hentikan penggunaan, bila reaksi alergi muncul pada saat memandikan. (lihat cara memandikan kucing dengan shampoo obat).
- Shampoo dengan bahan aktif Povidone Iodine. Shampoo Betadineâ„¢ dengan bahan aktif povidone iodine 4 %, bisa di beli di Apotik atau supermarket. Shampo ini berwarna coklat tua seperti Betadine. Shampoo tidak meninggalkan bekas pada bulu jika dibilas dengan bersih. Shampo ini cukup efektif membasmi jamur, bila digunakan dengan benar (lihat cara memandikan kucing dengan shampoo obat). Hati-hati dengan reaksi alergi terhadap povidone iodine, sepertihalnya pada shampoo ketoconazole.
- Lime sulfur (belerang) 0.5-5 % .Belerang adalah obat klasik untuk membasmi jamur. Larutan belerang 0.5-5 % bisa dipergunakan obat anti jamur. Kucing dimasukkan (celup) kedalam cairan belerang tersebut dan ratakan cairan ke seluruh badan. Kemudian keringkan dengan handuk dan hairdryer (pengering rambut). Biasanya dengan 2-4 kali pengobatan, jamur sudah bisa dikendalikan. Kekurangan pengobatan ini adalah bau sulfur yang bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan kucing. Selain itu bisa juga digunakan obat semprot (spray) yang mengandung belerang. Obat spray & larutan belerang tersebut bisa didapatkan di petshop-petshop.
- Salep dan obat gosok biasanya digunakan 1-2 x sehari. Shampoo obat dan larutan belerang biasanya digunakan 2 x seminggu selama beberapa minggu. Cara-cara & obat-obatan topikal di atas adalah pilihan tetapi dapat juga digunakan bersama sekaligus. Seperti Shampoo & obat gosok atau shampoo dan larutan belerang atau obat gosok, shampoo & larutan belerang. Jadwal pemberian masing-masing obat pun perlu diatur sedemikian rupa agar hasilnya maksimal.
Referensi :
- Lewis DT, Merchant SR, Neer TM. Ivermectin toxicosis in a kitten. J Am Vet Med Assoc
- drh. Neno Waluyo S.
- Anonim., 1998. http://www.doctordog.com/catbook/cathand.html. 26/5/2009. 8:31:44 PM
- Boddie., G.F. 1962. Diagnostic Methods in Veterinary Medicine. Philadelphia: J.B. Lippincott Company.
- Rock., A. 2007. Veterinary Pharmakologi. London: Elsecler
- Subronto., 2006. Penyakit Infeksi Parasit Dan Mikroba Pada Anjing Dan Kucing. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
bagus ni artikelnya.. :))
ReplyDeletekucing saya sudah beberapa minggu ini di belakang telinga nya seperti ada infeksi besar, saya kira itu luka karena berantem dengan kucing lainnya, tapi semakin hari semakin besar lukanya dan seperti bengkak agak berdarah. bulu di sekitar lukanya pun semakin rontok. apakah jangan2 dia terserang scabiesis? mohon dibantu..
ReplyDelete